Memahami Risiko dalam Hidup
Risiko secara sederhana diartikan sebagai kemungkinan atau ketidakpastian yang menyebabkan kerusakan atau kerugian.
Risiko dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dan tidak seorangpun dapat terbebas dari risiko, baik risiko yang rendah maupun yang tinggi.
Secara umum ada 4 jenis tindakan seseorang terkait risiko.
Menghindari risiko
Dilakukan dengan cara menghilangkan atau menghindari kebiasaan yang menimbulkan risiko. Contohnya, setelah melihat iklan layanan kesehatan, anda menjadi sadar dampak buruk merokok tidak saja bagi anda namun juga bagi orang disekitar anda. Maka mulai detik itu juga anda mulai berhenti merokok.
Mengendalikan risiko
Dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi dan juga dampak yang timbul dari suatu risiko. Contohnya adalah seorang pembalat yang melindungi dirinya dengan helm dan jaket pelindung ketika berlomba di lintasan.
Menerima risiko
Dilakukan dengan cara mempertahankan risiko yang ada. Misalnya seorang kontraktor merasa tidak perlu memiliki polis asuransi jiwa karena merasa kekayaannya masih cukup menghidupi keluarganya bila terjadi sesuatu terhadapnya di tempat kerja konstruksi.
Mengalihkan risiko
Dapat dilakukan dengan cara mentransfer atau memindahkan risiko dari seseorang ke suatu kumpulan orang atau perusahaan. Misalnya dengan memiliki asuransi jiwa, asuransi perjalanan laut, dsb.
Memiliki polis asuransi tidaklah membuat anda terbebas dari risiko. Memiliki asuransi jiwa tidak membuat anda mampu hidup abadi dan tidak mengalami kematian. Yang ditawarkan oleh asuransi jiwa adalah sebatas pertolongan sehingga bila sesuatu yang buruk menimpa anda, dampak negatifnya dapat dikurangi. Jadi adalah salah bila anggapan orang memiliki asuransi adalah untuk mencari keuntungan, melainkan untuk mengurangi kebuntungan semata.
Mari andaikan anda sebagai tulang punggung keluarga. Bila suatu waktu hal buruk menimpa anda, katakanlah anda didignosis menderita demam berdarah dan diharuskan untuk mondok minimal 5 hari di rumah sakit. Sedangkan bila tidak masuk kerja selama itu anda tentu akan kesulitan membayar cicilan rumah anda. Untuk berhutang tidak cukup dan habis untuk biaya rumah sakit. Tentu ini akan menghambat penyembuhan anda bukan. Karena ada hubungan yang erat antara pikiran yang sehat dan bahagia dengan kondisi fisik seseorang.
Lain halnya bila selama ini, misalkan sejak 3 bulan lalu anda menutup polis asuransi unit link dan menyisihkan minimal sebesar 500 ribu/bulan (17 ribu perhari) ketika anda menjalani rawat inap minimal 2 hari, perusahaan asuransi akan memberikan santunan sebesar minimal 520 ribu/perhari (selama di rawat) untuk anda.
Artinya, ketika anda hidup di tengah ketidakpastian (seperti suatu hari saya bisa saja dirawat di rumah sakit) anda dapat meminimalisir dampak negatifnya dengan suatu kepastian (minimal kompensasi selama dirawat 500 ribuan).
Contoh lainnya adalah suatu ketika seseorang divonis menderita penyakit kronis (ada tabel penyakit-penyakit mana yang dimaksud), ketika anda konsisten menyisihkan sebagian pendapatan ke dalam rekening unit link anda, anda akan diberi santunan sebesar uang yang telah dijanjikan di awal (kisaran minimal 25 juta ke atas), dan selanjutnya anda akan digantikan menabung hingga usia tertentu sesuai perjanjian.
Nah, menurut anda, hidup seperti manakah dari dua ilutrasi tadi yang anda inginkan?

Recent Comments